Senin, 28 Maret 2011

alat dan mesin peralatan


ALAT DAN MESIN PERTANIAN

I.   PERANAN ALSINTAN DI DALAM PERLUASAN LAHAN
Penggunaan Alat dan Mesin Pertanian di maksudkan agar produktifitas tenaga dapat menjadi lebih meningkat, pekerjaan lebih mudah. efisiensi kapasitas kerja dapat lebih tinggi, pendapatan petani dapat bertambah dan juga dapat menekan biaya produksi. peranannya untuk intensifikasi pertanian sudah jelas dan dapat di rasakan  karena semakin banyak pekerjannya berarti semakin  ketat pula pengaturan waktu kerja, sehingga untuk memperoleh ketetapan waktu yang sebaik-baiknya alat dan mesin pertanian sangat besar manfaatnya yaitu di dalam satuan waktu yang sama (1tahun) dan di dalam area yang sama juga besar (1 hektar) maka kapasitas bercocok tanamanya dapat menjadi bertambah.
perluasan areal pertanian juga dapat diartikan sebagai perluasan areal panen maupun perluasan areal tanam di dalam suatu penanaman tanaman pangan  dapat menjadi gagal atau tidak dapat panen yang disebabkan oleh beberapa macam antara lain sebagai berikut : karena air yang tidak tersedia, tidak dapat di salurkan karena terdapat perbedaan tinggi permukaan tanah, atau diakibatkan oleh hama penyakit tanaman. Maka dengan adanya pompa pengairan air yang lebih rendah dapat dinaikkan, sehingga tanaman permukaannya lebih tinggi dapat terbantu pengairannya.
II.    PERANAN ALSINTAN DALAM PENGOLAHAN  TANAH
Dengan adanya perkembangan-Pengembangan Alat-alat dan mesin pertanian  maka beban kerja di bidang pertanian  dapat di kurangi sedangkan produktifitas kerjanya dapat berlipat ganda dan juga hasil panen dapat menjadi meningkat.
III. BAJAK DAN PEMBAJAKAN DENGAN TRAKTOR  RODA 2
Agar dapat diterima dengan memuaskan oleh para petani, Kinerja pada traktor kecil dan bajaknya harus Iebih dari pada tenaga ternak, dan bajak tradisional yang merupakan alat yang telah biasa digunakan petani. Kerena itu mesin harus mampu membajak dengan sempurna, stabil, dinamik seimbang sempurna, dan harus bisa dioperasikan dengan lepas tangan atau stang kendali tidak perlu dipegang. Bajak yang digandengkan di belakang traktor roda-2 dapat dipisahkan smenjadi dua type: Eropa dan Jepang (Asia). Perbedaan bajak Eropa dan bajak Asia :
Pada zaman tenaga pertanian menggunakan tenaga hewan, bajak Eropa digunakan untuk lahan kering, sedangkan bajak Asia dikembangkan untuk lahan sawah.

III. PENGOLAHAN TANAH DENGAN TRAKTOR RODA 4
Untuk pengolahan tanah yang lahannya luas (perkebunan) digunakan traktor rod­a 4 yang terdiri dari traktor jenis rantai (untuk pengolahan tanah basah dan kering) dan jenis ban karet (untuk pengolahan tanah kering, pamanenan pemupukan penyemprotan  hama)           

Hal-hal yang mempengaruhi pengolahan tanah pada traktor roda 4
A.     Kemampuan Traksi
Kemampuan traksi adalah (traktive performance) dari traktor roda penggerak  untuk menghasilkan tarikan.
Traksi didefinisikan sebagai besarnya torsi putar roda traksi yang kontak dengan permukaan dibagi terhadap jari-jari roda- roda traksi.
Besarnya gaya traksi akibat reaksi tanah ditunjukkan oleh persamaan Becker
Ftr      = 2 (br* lr) C+ w  tan θ
Keterangan :                    
Ftr  = Gaya traksi (N)
br   = Lebar ban belakang traktor (cm)
Ir    = Proyeksi PIG roda belajang taktor dari tanah (cm)
C    = Nilai adhesi tanah dan ban (kpa)
W   = Masa traktor (Kg)
Ф   = Sudut gesek dalam tanah dan ban
A   = Luas bidang tumpu (cm 2 )
Untuk meningaktkan traksi salah satunya adalah memperluas bidang kotak dengan permukaan tanah atau dengan cara lain menambah berat roda, sehingga roda tidak mudah slip pada saat beroperasi.
B.     Tekanan Unit terhadap tanah (Ground Presurre)
Untuk menghitung besar tekanan unit terhadap tanah berdasarkan jenis ban adalah
Berikut:
Tekanan:
Dimana     
             Gp : Tekanan terhadap tanah untuk ban karet  (Kg/cm2)
            L      : Proyeksi panjang roda menyentuh tanah (cm)         0,78 : Konstanta untuk ban karet
B      : Lebar roda (cm) dan  W  : Massa traktor (N)
Untuk Ban rantai
                Gp =
Dimana,  
              Gp     : Tekanan unit terhadap tanah (Kg/cm2)
                L      : Proyeksi panjang rantai menyentuh tanah (cm)
                b      : Lehar rantai menyentuh tanah (cm)
                w     : massa traktor (N)
Ground presurre (GP) perlu diperhitungkan pada pengolahan tanah kerena jika GP (Ground Presurre) yang dihasilkan traktor terlalu besar maka akan mengakibatkan pemadatan tanah yang berlebihan pada lahan, sehingga akar tanaman sukar menembus tanah untuk mencari unsur hara.
C.     Tahanan Gelinding (Rolling Resistance)
Roda traktor yang menggelinding pada permukaan tanah akan mengalami gaya traksi (traction), gaya tanahan gelinding; gaya akibat berat roda (dinamic loud) dan reaksi terhadap roda. Tahanan gelinding merupakan kemampuan traktor untuk dapat bergerak menarik melalui rodanya dan merupakan selisih besarnya gaya traksi roda penggerak terhadap besarnya gaya tarikan horizontal yang harus diatasi.
Dengan demikian persamaan rumus :
RR = CRR*  Wrt
Dimana                 
R    = Rolling Resistance / Tahanan Gelinding (N)
Wrt = Berat Unit traktor terhadap roda (N)
Crr = Koefesien rolling resistance
IV.  Gandengan
Dalam Operasional pertanian meliputi  beberapa jenis gandengan dari peralatan traktor. Tenaga yang ditransmisikan melalui gandengan dapat mempengaruhi performance dari traktor dan peralatannya. Gandengan yang modern termasuk feedback untuk kontrol otomatis dari dorongan atau kedalaman dari peralatan pengolahan tanah. Sebagai tambahan untuk mentransmisikan daya, gandengan juga bisa dipakai untuk menarik peralatan untuk transportasi (Srivastava 1993).
Menurut Nakra (1980) fungsi chasis adalah sebagai berikut:
  1. Untuk menahan beban
  2. Untuk menghubungkan ban depan dengan ban belakang
  3. Untuk menahan beban tambahan pada unit
  4. Untuk menahan beban akibat bekerja pada Iahan yang kurang sempurna
  5. Untuk menahan beban kerja yang mendadak atau yang dipercepat
  6. Untuk menahan beban atau gaya akibat penjepitan
V.     Ban Traktor dan Trailer
Menurut Nakra (1980) fungsi ban adalah sebagai berikut:
1.      Untuk membawa ban dari unit kendaraan
2.      Peredam kejut getaran kecil
3.      Peredam getaran ringan
4.      Memindahkan tenaga dari mesin dan transmisi ke tanah
5.      Meredam gaya lembam ketika unit di rem
6.      Grip yang sesuai akan memberikan traksi yang maksimal

Jenis ban karet berdasarkan tekanannya dapat terjadi (Nakra 1980):
  1. Ban Tekanan tinggi
  2. Ban tekanan rendah
  3. Ban tekanan sangat rendah
  4. Ban tanpa ban dalam

Untuk mengetahui perbandingan kekuatan ban yang diproduksi digunakan istilah ply rating. Istilah ini digunakan untuk identifikasi beban maksimum yang direkomendasikan bila digunakan pada pekerjaan khusus (Hunt et al. 1977).
Ukuran ban tertera pada bagian samping ban. Angka pertama menunjukkan lebar ban dan angka kedua menunjukkan diameter pelek (rim) (Hunt et al. 1977). Sebagai contoh 24,5 - 32. Menunjukkan lebar ban adalah 24,5 inci dan 32 adalah diameter pelet dalam inci.
Nomor seri ban menunjukkan aspek ratio dari ban dan bila tidak ditulis aspek ratio kurang lebih 82 (Anonim 1985).

    Aspek ratio =







        BIAS PLY                               RADIAL BELTED
Gambar 1. Jenis lapisan ban peralatan pertanian (Bias ply dan radial belted) (Srivastava 1993).
Pada Gambar I, ban mempunyai sirip yang terbuat dari karet pada sisi telapak untuk menahan gaya traksi yang lebih baik pada tanah lunak. Roda peralatan pertanian tanpa sirip tersedia untuk pengurangan daya roda traktor. Industri roda telah membuat kode untuk mengindikasikan jenis roda. Roda harus memberikan kontak area yang cukup besar untuk mengangkat beban vertikal tanpa sinkege yang berlebihan ke dalam tanah yang lunak. Roda dalam pengaturan putaran harus meneruskan jumlah yang dibutuhkan dari daya tanpa melebihi batas tarikan tangensial (Srivastava 1993)











Gambar 2. Ban gelinding (Goering 1989)

Ban bebas gelinding (Free-rolling Tires) adalah jenis ban implement, ban jenis ini dirancang untuk membawa beban, reliefnya dirancang khusus agar dapat berjalan lurus dengan bebas dan untuk mencegah slip samping sebesar mungkin (Smith 1955)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar