Rabu, 02 Maret 2011

klasifikasi iklim


I. PENDAHULUAN

Latar Belakang
Sistem klasifikasi di Indonesia banyak digunakan dalam bidang kehutanan dan perkebunan. Klasifikasi ini sebenarnya merupakan modifikasi atau perbaikan dari sistem kklasifikasi mohr yang telah ada sebelumnya dan digunakan di Indonesia. Penentuan tipe iklim menurut klasifikasi ini hanya memperhatikan unsur iklim hujan dan dan memerlukan data hujan bulanan paling sedikit 10 tahun, kriteria yang digunakan adalah penentuan bulan kering, bulan lembab dan bulan basah. Klasifikasi iklim merupakan suatu sistem penamaan terhadap kesamaan sifat-sifat unsur iklim disuatu wilayah sehingga dapat dikelompokkan menjadi kelas-kelas iklim.
Klasifikasi iklim berdasarkan pertumbuhan vegetasi dibagi tiga, yaitu sistem klasifikasi Koppen (1990) yakni suhu dan curah hujan rata-rata bulanan maupun tahunan yang dihubungkan dengan keadaan vegetasi alami berdasarkan peta vegetasi, sistem klasifikasi Scmidth-Ferguson yang sering dipakai di Indonesia, banyak digunakan di bidang kehutanan dan perkebunan kemudian penentuan tipe iklim hanya memperhatikan unsur iklim hujan dan memerlukan data hujan bulanan paling sedikit 10 tahun. Serta sistem klasifikasi Oldeman yaitu untuk keperluan praktis yang cukup berguna khususnya dalam klasifikasi lahan pertanian tanaman pangan di Indonesia, klasifikasi iklim menggunakan unsur curah hujan, kriteria didasarkan pada perhitungan bulan basah, bulan kering dan bulan lembab yang batasannya memperhatikan peluang hujan, hujan efektif dan kebutuhan air tanaman.
Suatu metode klasifikasi iklim berguna untuk memperoleh efisiensi informasi dalam bentuk yang umum dan sederhana. Berdasarkan cara penentuan kriteria klasifikasinya maka klasifikasi iklim dapat dibagi menjadi dua yaitu klasifikasi iklim secara genetik (klasifikasi iklim menurut daerah penerimaan radiasi matahari dan klasifikasi iklim berdasarkan sirkulasi udara) dan klasifikasi iklim secara empirik (klasifikasi berdasarkan rational moisture budget/berdasarkan ETP dan neraca air dan klasifikasi iklim berdasarkan pertumbuhan vegetasi). Bahwa tujuan klasifikasi iklim adalah menetapkan pembagian ringkas jenis iklim ditinjau dari segi unsur yang benar-benar aktif terutama presipitasi dan suhu. Unsur lain seperti angin, sinar matahari, atau perubahan tekanan ada kemungkinan merupakan unsur aktif untuk tujuan khusus.

Tujuan Pratikum
Adapun tujuan pratikum kali ini adalah untuk mengetahui cara menentukan tipe iklim pada suatu daerah dengan mengetahui curah hujan paling sedikit 10 tahun serta bagaimana menentukan bulan yang baik untuk bercocok tanam serta pemanenan yang baik.
























II. TINJAUAN PUSTAKA

Iklim adalah suatu unsur yang sama sekali tidak dapat dipengaruhi, artinya dengan jalan bagaimanapun tidak dapat diubah sekehendak manusia. Unsur-unsur iklim seperti suhu, sinar matahari, curah hujan, angin, dan penguapan. Iklim besar pengaruhnya terhadap usaha pertanian misalnya dalam pemilihan kultur, produktivitas hasil tanaman, pelaksanaan pekerjaan pertanian. Tanaman menuntut jenis iklim tertentu, tidak semua tanaman dapat ditanam disembarang tempat pada iklim yang berbagai macam. Sebaliknya, pada iklim tertentu (yang sama) tidak semua jenis tanaman dapat hidup produktif disitu. Jadi, setiap jenis dan varietas harus disesuaikan dengan iklimnya (AAK, 1983).
 Unsur-unsur iklim yang menunjukan pola keragaman yang jelas merupakan dasar utama dari klasifikasi iklim yang dilakukan oleh para pakar atau institut relevan. Unsur iklim yang sering dipakai adalah suhu dan curah hujan (presipitasi). Unsur iklim yang lain seperti cahaya dan angin sangat jarang digunakan sebagi dasar klasifikasi iklim.
Klisifikasi iklim umumnya sangat spesifik, yang didasarkan atas tujuan penggunaannya, misalnya untuk kegunaan dibidang pertaniaan, penerbangan atau kelautan. Klasifikasi iklim yang spesifik sesuai dengan kegunaannya ini tetap menggunakan data unsur iklim sebagai landasannya, tetapi dengan hanya memilih data tentang unsur atau unsur-unsur iklim yang relevan, yang secara langsung akan mempengaruhi aktifitas atau objek dalam bidang-bidang tersebut (Lakitan, 2002).
Pada hakikatnya kegunaan klasifikasi iklim adalah suatu metode untuk memperoleh suatu efisiensi informasi dalam bentuk yang umum dan sederhana. Karena itu, analisis statistik unsur-unsur iklim dapat dilakukan untuk menjelaskan dan memberi batas pada tipe-tipe iklim secara kuantitatif, umum dan sederhana. Tiap klasifikasi dibuat berdasarkan tujuan tertentu dari pembuatnya, dengan luas cakupan wilayahnya mulai dari yang terbatas (lebih kecil dari negara) sampai yang luas (regional atau dunia). Sehingga dalam menggunakan klasifikasi iklim perlu diperhatikan beberapa hal yang menjadi perhatian (Handoko, 1983).

III. PROSEDUR PERCOBAAN

Alat
Dalam praktikum kali ini sama sekali tidak menggunakan alat maupun bahan, hanya menggunkan:
- Data curah hujan bulanan selama 10 tahun
- Unsur Iklim Hujan

Cara kerja
Hanya menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
-          Data curah hujan yang tersedia dihitung berapa banyak bulan kering (BK), bulan basah (BB), dan bulan lembab (BL) dengan menggunakan klasifikasi iklim Scmidth-Ferguson.
-          Mencari rerarata bulan kering (BK), rerata bulan basah (BB) dan bulan lembab (BL) dengan menggunakan rumus.
-          Lalu cari nilai Q dan kemudian dilihat segitiga penentuan tipe iklim dan dicatat hasilnya.
-          Pada sistem klasifikasi iklim Oldeman, cari rerata, jumlah bulan basah (BB), bulan kering (BK) dan bulan lembab (BL).
-          Data yang telah didapat tentukan tipe bulan basah dan sub divisi bulan kering berturut-turut dengan sistem klasifikasi Oldeman dan dicatat hasilnya.











IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
Data curah hujan dari tahun 1994 sampai 2003 di Cisarua
Tahun
Bulan
Jan
Peb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Ags
Sep
Okt
Nop
Des
1994
280
268
154
148
80
15
0
10
40
7
142
188
1995
178
128
192
164
104
104
42
0.3
27
104
279
84
1996
221
211
196
177
44
42.2
72
40
75
236
349
203
1997
137
190
106
167
191
0
20
0
3
13
133
258
1998
114
223
290
264
164
145
47
61
99
166
120
132
1999
190
137
186
117
135
14
26
28
0.6
195
280
146
2000
238
90
176
229
146
51
26
27
27
122
181
78
2001
284
129
174
128
118
50
54
37
62
192
245
32
2002
294
111
151
175
28
116
96
10
0
13
190
221
2003
46
228
226
119
78
18
2
15
51
183
190
200

  1. Klasifikasi Iklim Scmidth-Ferguson
Dari data curah hujan di Cisarua, selama 10 tahun maka dapat kita ketahui tipe iklim apa yang terjadi di Cisarua tersebut, dengan syarat:
Bulan Kering   (BK)  : bulan dengan hujan < 60
Bulan Lembab (BL)  : bulan dengan hujan antara 60-100 mm
Bulan Basah    (BB)  : bulan dengan hujan > 100 mm

Dari kriteria yang digunakan maka didapat:
Tahun
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
BK < 60 mm
5
3
3
5
1
4
4
4
4
5
BL 60-100 m
1
1
2
0
2
0
2
1
1
1
BB > 100 mm
6
8
7
7
9
8
6
7
7
6
Jumlah
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12


                                                           
                                                            
                                                         
Masukkan kedalam rumus Q, yaitu :
      =   
      =    0,53 x 100%
      =    53

Tipe Iklim
Kriteria
A (Sangat Basah)
0 < Q < 0,143
B (Basah)
0,143 < Q < 0,333
C (Agak Basah)
0,333 < Q < 0,600
D (Sedang)
0,600 < Q < 1,000
E (Agak Kering)
1,000 < Q < 1,670
F (Kering)
1,670 < Q < 3,000
G (Sangat Kering)
3,000 < Q < 7,000
H (Luar Biasa Kering)
7,000 < Q

Dari segitiga Scmidth-Ferguson, nilai Q = 53, sehingga didapat bahwa di Cisarua memiliki tipe iklim C yaitu daerah agak basah dengan vegetasi hutan rimba diantaranya terdapat jenis vegetasi yang daunnya gugur pada musim kemarau,misal jati.

  1. Klasifikasi Iklim Oldeman
Dari data curah hujan di Cisarua, selama 10 tahun maka dapat kita ketahui tipe iklim apa yang terjadi di Cisarua tersebut, dengan kriteria:

Bulan Basah (BB)     : Bulan dengan rata-rata curah hujan > 200 mm
Bulan Lembab (BL)  : Bulan dengan rata-rata curah hujan 100-200 mm
Bulan Kering (BK)    : Bulan dengan rata-rata curah hujan < 100 mm
Dari data curah hujan yang terjadi di Cisarua, maka dapat diketahui kapan terjadinya BB, BL dan BK dengan mencari rerata curah hujan perbulan.

Bulan
Rata-rata CH Bulanan
BB,BL, BK


Jan
198
BL

Feb
172
BL

Mar
185
BL

Apr
169
BL

Mei
107
BL

Jun
56
BK

Jul
38
BK

Ags
23
BK

Sep
38
BK

Okt
123
BL

Nov
211
BB

Des
154
BL


-          Jumlah Bulan Basah (BB) Berturut-turut adalah 1 bulan
-          Jumlah Bulan Lembab (BL) Berturut-turut adalah 6 bulan
-          Jumlah Bulan Kering (BK) Berturut-turut adalah 4 bulan

Lalu dapat dilihat pada tabel berikut.
Tipe Utama
Bulan Basah Berturut-turut
A
B
C
D
E
> 9
7 – 9
5 – 6
3 – 4
< 3

Ternyata tipe utama iklim di Cisarua tersebut adalah E, kemudian dapat dilihat lagi pada tabel berikut.
Sub divisi
Bulan Kering Berturut-turut
1
2
3
4
< 2
2 – 3
4 – 6
> 6

Terlihat bahwa sub divisi untuk tipe iklim di Cisarua adalah 3
Tipe iklim Oldeman untuk di Cisarua adalah E3, dimana daerah ini umumnya terlalu kering mungkin hanya dapat satu kali palawija,itu pun tergantung adanya hujan.

Pembahasan
Dari hasil yang diperoleh dapat kesimpulkan bahwa klasifikasi sistem Scmidth-Ferguson banyak digunakan pada bidang kehutanan dan perkebunan. Sehingga kriteria yang digunakan dalam penentuan bulan kering (BK), bulan lembab (BL) dan bulan basah (BB) nilai dari curah hujannya rendah dan penentuan tipe iklim hanya memperhatikan unsur iklim hujan dengan mempergunakan nilai Q, dari perhitungan nilai Q kemudian dapat menggunakan segitiga Scmidth-Ferguson dan memerlukan data hujan bulanan paling sedikit 10 tahun.
Dari segitiga Scmidth-Ferguson, Q = 53 menempati iklim C yaitu daerah agak basah dengan vegetasi hutan rimba,diantaranya terdapat jenis vegetasi yang daunnya gugur pada musim kemarau, misal jati.
Menurut klasifikasi Oldeman, Sub divisi untuk di Cisarua adalah 3 sedangkan tipe utama pada di Cisarua adalah tipe E, dimana daerah ini umumnya terlalu kering, mungkin hanya dapat satu kali palwija,itu pun tergantung adanya hujan.

























V. KESIMPULAN

1.      Dalam menentukan tipe iklim dalam suatu daerah harus memerlukan data curah hujan bulanan paling sedikit 10 tahun.
2.      Berdasarkan pertumbuhan vegetasi klasifikasi iklim dapat ditentukan dengan tiga sistem yaitu Sistem Klasifikasi Koppen, Klasifikasi Scmidth-Ferguson dan Klasifikasi Oldeman.
3.      Dari segitiga Scmidth-Ferguson, Q = 53 menempati iklim C yaitu daerah agak basah dengan vegetasi hutan rimba,diantaranya terdapat jenis vegetasi yang daunnya gugur pada musim kemarau, misal jati.
4.      Menurut klasifikasi Oldeman, Sub divisi untuk di Cisarua adalah 3 sedangkan tipe utama pada di Cisarua adalah tipe E, dimana daerah ini umumnya terlalu kering, mungkin hanya dapat satu kali palwija,itu pun tergantung adanya hujan.


















DAFTAR PUSTAKA

AAK. 1983. Dasar-Dasar Bercocok Tanam. Kanisius. Yogyakarta.
Handoko, 1983. Klimatologi Dasar, Landasan Pemahaman Fisika Atmosfer dan Unsur-Unsur Iklim. IPB. Bogor.
Lakitan, Benyamin. 2002. Dasar-Dasar Klimatologi. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar