Minggu, 10 April 2011

pemipil jagung


I. PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
Tanaman jagung (Zea mays) sudah ditanam sejak ribuan tahun yang lalu. Di Indonesia, tanaman yang berasal dari Amerika ini sudah dikenal kira-kira 400 tahun yang lalu. Tanaman jagung  (Zea mays) merupakan produk pertanian yang mengandung nilai gizi dan serat kasar yang cukup tinggi. Oleh karenanya, komoditas ini cukup memadai dijadikan makanan pokok manusia maupun ternak. Dalam rangka menuju swasembada karbohidrat sebanyak 2.100 kalori/kapita/hari, jagung merupakan tanaman penting kedua setelah padi.
Pemipilan merupakan cara penanganan pascapanen jagung yang perlu mendapat perhatian. Pemipilan adalah suatu proses perontokan biji jagung dari tongkolnya. Saat yang tepat untuk memipil jagung adalah ketika kadar air jagung berkisar antara 18-20%. Selain mempertahankan fungsi jagung untuk jangka waktu yang cukup lama, penanganan tersebut juga akan meningkatkan nilai jual jagung yang member dampak peningkatan pendapatan petani.
Diciptakannya alat dan mesin penanganan pascapanen yang tepat guna dengan biaya pembuatan dan pemeliharaan yang relatif  murah serta memiliki tingkat kemudahan dalam pengoperasian dan pemeliharaannya merupakan salah satu pendukung tujuan tersebut.

1.2. Tujuan
1.      Mensosialisasikan alat dan mesin pemipil jagung
2.      Meningkatkan proses penanganan pascapanen jagung
3.      Sebagai informasi tambahan kepada para pelaku pertanian






II. ISI


2.1. Alat Pemipil Jagung
Di Indonesia, terutama di daerah pedesaan, pemipilan jagung umumnya masih dilakukan secara tradisional, yaitu dengan tangan. Kapasitas pemipilan jagung dengan tangan berkisar antara 10-20 kg jagung pipil/jam. Kapasitas kerja suatu alat pemipil jagung ditentukan oleh persentase kulit pada jagung, kadar air, kecepatan pemberian (feeding), dan kecepatan putaran alat. Secara umum, ada 3 alat pemipil jagung yang biasa digunakan olah masyarakat yaitu alat pemipil jagung kikian; alat pemipil jagung model TPI; dan alat pemipil jagung tipe ban.

2.1.1. Alat Pemipil Jagung kikian

Gambar 1. Alat Pemipil Jagung Kikian

Alat pemipil jagung kikian adalah alat pemipil jagung tradisional. Rangkanya terbuat dari kayu dan diletakkan seng berlubang dibagian tengah. Cara kerja alat ini adalah:
1.  Digesekkan tongkol jagung ke seng berlubang.
2.  Gaya gesek akan melepaskan biji-biji jagung dari tongkolnya.
3.  Ditampung biji-biji jagung yang telah terpipil.


2.1.2. Alat Pemipil Jagung Model TPI
Alat pemipil jagung tipe TPI adalah alat pemipil manual yang digunakan pada jagung dengan ukuran tertentu. Dengan demikian, apabila ukuran jagung cukup beragam maka diperlukan alat pemipil jagung tipe TPI lebih dari satu buah. Kapasitas alat ini antara 12-15 kg/ jam/orang.
Gambar 2. Alat Pemipil Jagung Model TPI
Pengoperasian alat pemipil jagung tipe TPI ini sangat mudah, yaitu hanya dengan memasukkan tongkol jagung yang terkupas pada alat pemipil lalu memutarnya dengan pemberian tekanan pada kedua tangan operator. Hal penting yang perlu diperhatikan pada saat proses pemipilan ini adalah dilakukannya pengelompokan ukuran tongkol jagung sehingga dapat mempercepat proses pemipilannya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penyediaan bak penampung dengan diameter yang cukup lebar. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terlempamya jagung yang telah terpipil keluar dari bak penampungan.

2.1.3. Alat Pemipil Jagung Tipe Ban
            Mekanisme pemipilan dilakukan oleh silinder pemipil dan saringan penahan. Silinder pemipil berfungsi untuk menggerakkan tongkol jagung dan melepaskan biji jagung dengan gaya gesek yang ditimbulkannya. Saringan penahan berfungsi untuk menahan dan menekan jagung yang akan dipipil sehingga proses pemipilan dapat berlangsung dengan baik. Selain itu, saringan penahan juga berfungsi untuk memisahkan biji jagung yang telah terpipil dengan tongkol jagung. Pada saringan penahan dilengkapi dengan per (pegas) yang berfungsi untuk membantu proses pemipilan dan pengaturan celah antara silinder dengan saringan penahan karena ukuran jagung yang dipipil beragam.

Gambar 3. Alat Pemipil Jagung Tipe Ban
           

Cara kerja dari alat ini adalah:
  1. Masukkan jagung tongkol ke dalam bak penampungan yang merupakan tempat sementara sebelum jagung dipipil. Letak bak penampungan ini berada di bagian depan tempat duduk operator.
  2.   Saluran pengumpanan dipasang dengan kemiringan 11,5°. Kemiringan tersebut menyebabkan jagung tongkol yang diumpankan dapat bergerak karena adanya gaya berat jagung dan tanpa ada kemacetan. Setelah melewati saluran pengumpanan, jagung tongkol masuk ke unit pemipilan.
  3.   Pada silinder pemipil terdapat satu baris baut yang menonjol ke permukaan dan berfungsi sebagai pelepas biji jagung pertama. Selain itu, barisan baut tersebut juga berfungsi untuk membalik dan mendorong tongkol jagung dari daerah pemipilan bila terjadi selip. Silinder tersebut ditutupi dengan ban mobil luar bekas yang masih mempunyai gigi sehingga dapatmenimbulkan gesekan dan gaya pukul sehingga proses pemipilan terjadi lebih mudah.
  4.    Biji-biji jagung yang telah dipipil ditampung dalam bak penampungan.

2.2. Mesin Pemipil Jagung
Mesin Jagung / Mesin Pemipil Jagung / Mesin Perontok Jagung adalah alat mesin pertanian yang digunakan sebagai mesin pemipil jagung. Alat mesin ini bisa memisahkan biji jagung dari tongkolnya menjadi jagung pipilan dengan kapasitas output kurang lebih 100 kg/jam. Mesin pertanian ini berfungsi sebagai mesin pemipil jagung; yang bisa menghasilkan jagung pipilan dalam jumlah banyak dalam waktu yang cepat.







Keterangan:
1. Bak Pemasukan
2. Rangka (body)
3. Bak Pengeluaran bijian
4. Mesin Bakar Diesel
5. Bak Pengeluaran tongkol

Spesifikasi:
1.Kapasitas Output: 100 kg/jam
2.Dimensi : 1000 x 600 x 1200 mm3 3.Bahan Body:  Plat Besi Tebal 3 mm
4.Bahan Rangka Besi:  L Profil
5. Motor Penggerak : Motor Diesel 7 PK
 

 












Gambar 4. Mesin Pemipil Jagung
     







Gambar 5. Kiri: Jagung sebelum pemipilan; Kanan: Hasil Pemipilan

Cara Kerja
1. Dihidupkan motor bakar  dari mesin pemipil jagung
2. Dimasukkan tongkol jagung ke dalam bak pemasukan
3. Proses pemipilan terjadi di dalam body mesin pemipil jagung
4. Biji-biji jagung yang telah terpipil akan jatuh ke bak penampungan
5. Tongkol jagung akan keluar dari bak pengeluaran tongkol
6. Dimatikan mesin apabila telah selesai penggunaannya
7. Dibersihkan mesin untuk menjaga umur ekonomisnya
Keunggulan Mesin
1.      Efisien. Mesin pempipil jagung ini jauh lebih efisien daripada menggunakan tenaga manual
2.      Cepat. Mesin pipil jagung ini lebih cepat dalam prosesnya daripada cara manual
3.      Hemat biaya. Dengan menggunakan mesin pemipil jagung yang cepat dan efisien, tentu lebih menghemat biaya Anda
4.      Teruji. Mesin pemipil jagung ini telah teruji dan banyak digunakan para pengusaha pertanian Indonesia


III. KESIMPULAN

Dari hasil pembahasan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.    Mesin pemipil jagung memberikan manfaat yang besar pada para pelaku pertanian dalam proses pemipilan jagung.
2.    Alat dan mesin pemipil jagung dapat meningkatkan produktifitas hasil pipilan.
3.    Klasifikasi alat pemipil jagung dapat dibedakan antara lain; (1) Alat Pemipil Jagung kikian, (2) Alat Pemipil Jagung Model TPI, (3) Alat Pemipil Jagung Tipe Ban.
4.    Keunggulan mesin pemipil jagung adalah lebih efisien, cepat dalam pengoperasian, hemat biaya dan  teruji kualitasnya.
5.    Kapasitas kerja suatu alat pemipil jagung ditentukan oleh persentase kulit pada jagung, kadar air, kecepatan pemberian (feeding), dan kecepatan putaran alat.

DAFTAR PUSTAKA


Anonim, 2010. Teknologi Alat Pengolahan Bahan Pangan. http://www.iptek.net.id/ind/pd_alat_olah_pangan/?mnu=2&hal=1 [10/04/2010]

FAG Ball and Roller Bearing, 2005. Cataloge 41500/2EA. FAG Kugelfischer Georg Schafer & Co.

Hakim, A.R., 1986. Pengetahuan Membaca Gambar Teknik. PMS-ITB, Bandung.

Jay H. Zirbel and Sreven B. Combs, 1995. Using Auto CAD r.13 for Windows. Que Corporation, Indianapolis.

Raharjo, Kisdiyani, 1996. Pemipil dan Penggiling Jagung. PT Penebar Swadaya, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar